JawaPos.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar serangkaian kegiatan penting, mulai dari penyelesaian Rapat Musyawarah Nasional (Rapimnas), penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, hingga pembukaan pasar murah di halaman kantor HKTI Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam rangka membantu saudara-saudara yang terkena musibah, HKTI melalui program HKTI Peduli menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar ke Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bantuan yang merupakan hasil sumbangan para pengurus dan dukungan mitra tersebut dikeluarkan dari kantor HKTI Ragunan, Jakarta Selatan.
Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono menjelaskan bahwa total bantuan dikirim menggunakan 10 truk, dengan pembagian lima truk untuk masing-masing kabupaten. Setiap daerah menerima bantuan senilai sekitar Rp500 juta. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," ucapnya, Selasa (10/2).
Baca Juga: DPRD DKI Dukung Pergub Efisiensi Energi dan Air
Selain memberikan bantuan kedaruratan seperti pangan dan selimut pada tahap awal, HKTI juga akan terlibat dalam proses rehabilitasi pasca bencana. Salah satu fokus utama adalah penanaman tanaman keras seperti kopi, durian, dan kelengkeng di sela-sela tanaman hortikultura petani. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh kondisi tanah miring tanpa penutupan vegetasi yang cukup.
Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan bantuan, serta menekankan bahwa kepedulian ini merupakan bentuk kontribusi HKTI sebagai bagian dari komunitas yang peduli, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi penderitaan masyarakat.
Pembukaan Pasar Murah Jelang Bulan Ramadan
Selain kegiatan kemanusiaan, HKTI juga membuka pasar murah sebagai bagian dari program untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan pangan yang terjangkau. "Kegiatan ini dilakukan menjelang bulan puasa Ramadan, sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, " ujar Sudaryono.
HKTI yang kini telah bersatu dan tidak lagi berstatus dualisme, kembali kepada peran awalnya sebagai mitra pemerintah sejak pembentukannya pada tahun 70-an masa Bapak Arto. Banyak pengurus HKTI yang merupakan bagian dari pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Menurut Sudaryono, HKTI berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti, lembaga-lembaga pertanian yang sudah ada seperti penyuluh, dinas pertanian, dan berbagai asosiasi penggiat pertanian.
"Kita ingin menjadi mata, telinga, jembatan, dan corong bagi pemerintah pusat, serta memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan swasembada pangan yang digagas Presiden," jelasnya.