Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan mulus sejak pukul 00.00 WIB pada awal tahun 2026, dengan 147 transaksi penebusan pupuk tercatat hanya dalam 16 menit pertama di berbagai daerah, baik melalui sistem iPubers (KTP) maupun Kartu Tani.
Hal ini menunjukkan kesiapan distribusi pupuk tepat waktu dan harga sesuai ketentuan untuk mendukung produksi pertanian nasional.
Sejak detik pertama pembukaan penebusan, para petani sudah dapat mengakses pupuk subsidi secara langsung di kios resmi. Salah satu petani, Salim dari Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, berhasil menebus 800 kg pupuk urea hanya beberapa menit setelah sistem dibuka, dan menyatakan apresiasinya atas kelancaran akses serta ketersediaan pupuk.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah, menyatakan bahwa pelaksanaan penebusan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus membuktikan bahwa teknologi dan sistem distribusi seperti iPubers dan Kartu Tani siap beroperasi mulai awal tahun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kepastian pupuk bersubsidi sejak hari pertama tahun anggaran adalah komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi pangan serta mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Kementan memastikan pupuk tersedia, mudah diakses, dan terus mendukung petani agar produktivitas pertanian tetap optimal sepanjang 2026
Artikel Berita