Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menegaskan status swasembada beras telah tercapai pada 2025, ditandai dengan stok awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton yang merupakan persediaan beras nasional hasil produksi dalam negeri tanpa ketergantungan impor.
Pencapaian ini mencerminkan kemandirian pangan beras dan kesiapan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di awal tahun.
Dilansir dari Detik Finance, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa stok beras tersebut merupakan carry over stock dari akhir 2025 dan termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.
Astawa menegaskan pemerintah optimistis ketersediaan beras nasional sangat kuat dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Menurut data Bapanas, stok awal 2026 meningkat 203% dibandingkan stok awal 2024, menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Stok beras nasional ini tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang serta sektor horeka (hotel, restoran, katering).
Pemerintah juga memastikan tidak ada impor beras konsumsi maupun bahan baku industri pada 2026, sebagai kelanjutan dari kebijakan yang telah diterapkan sepanjang 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kebijakan ini diambil berdasarkan proyeksi Neraca Komoditas Tahun 2026 yang disusun bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan bahan baku lokal seperti beras pecah dan beras ketan pecah di industri nasional.
Artikel Berita