Jakarta — Dorongan untuk mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian semakin menguat, menyusul berbagai inisiatif global yang menunjukkan bahwa pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional, melainkan industri modern yang menjanjikan masa depan cerah. Langkah progresif yang baru-baru ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Sumber Daya Air Fiji menjadi contoh inspiratif bagi Indonesia.
Fiji menggelar National Youth in Agriculture Symposium, sebuah simposium nasional pertama yang sepenuhnya menghadirkan pemuda—baik petani muda, wirausahawan, lembaga swasta, mitra pembangunan, hingga pemerintah—untuk membahas masa depan pertanian yang lebih inovatif. Agenda yang diangkat meliputi kewirausahaan pertanian, ketahanan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi modern.
Menteri Pertanian Fiji menegaskan bahwa pertanian kini bukan lagi “pekerjaan terakhir yang dipilih,” tetapi sektor yang kritis, menarik, dan transformatif. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru, mengolah lahan secara berkelanjutan, hingga membangun usaha agribisnis bernilai tinggi.
Berdasarkan sensus pertanian 2020, tercatat lebih dari 27.000 pemuda Fiji telah aktif menggarap pertanian. Pemerintah setempat pun berkomitmen memberikan akses lahan, pembiayaan, pelatihan, dan teknologi bagi anak muda—termasuk perempuan—agar regenerasi petani dapat berjalan kuat.
Inisiatif tersebut menjadi referensi penting bagi Indonesia yang saat ini juga menghadapi tantangan regenerasi petani. Dengan perkembangan teknologi pertanian, peluang pasar yang terus meluas, serta meningkatnya kebutuhan pangan dunia, sektor pertanian terbuka lebar bagi anak muda untuk membangun karier sekaligus berkontribusi pada masa depan bangsa.
“Pertanian adalah bidang yang akan selalu dibutuhkan. Dengan kreativitas anak muda, sektor ini dapat berkembang menjadi industri yang modern dan bernilai tinggi,” demikian dorongan yang tercermin dari inisiatif di Fiji yang relevan bagi Indonesia.
Melalui contoh positif ini, generasi muda Indonesia diharapkan semakin melihat pertanian sebagai peluang karier yang strategis, berkelanjutan, dan penuh masa depan, bukan sekadar pekerjaan turun-temurun. Terjun ke pertanian berarti ikut membangun ketahanan pangan, membuka peluang bisnis, sekaligus berkontribusi bagi dunia yang terus berubah.
Artikel Berita